Senin, 20 Agustus 2012
Pesan Perkawinan
Saat Isteri Menjadi Madu .. Teguklah Sepuasnya..
Seketika Isteri Menjadi Racun .. Suami lah penawar wisanya..
Seandainya Isteri adalah Tulang yg Bengkok .. Berhati-hatilah dlm Meluruskannya..
♥ Perkawinan itu Mengajarkan Kita perlunya iMan & Taqwa dlm Meniti sabar & ridho terhadap-Nya ♥
Allahumma Allif Bainahuma Kama allafta baina Rasulillah wa Khadijatal Kubra..
Yaa Allah, Satukanlah Hati Mereka berdua sebagaimana Engkau Menyatukan Hati Rasulullah dgn Khadijah Al-Kubra....
Sabtu, 21 Juli 2012
Filosofi Ayah dan Bunga Mawarnya
'' Seorang gadis itu seperti bunga mawar dan ayah seperti pemilik kebun
mawarnya''
Seseorang yang menanam bunga mawar, merawatnya, pasti tidak mungkin begitu saja memberikan bunga itu pada orang yang baru saja melihatnya, kemudian ingin memetiknya… Pemilik mawar itu pasti ingin memastikan apakah bunga mawar itu akan dirawat lebih baik atau minimal sama dengan sebelum diberikannya dengan si pemetik tadi.
''Ayah! Kau hanya perlu waktu untuk mengijinkan seseorang yang tepat untuk dapat memetikku dengan cara yang terhormat ''
(Rabiah al-Adawiyah, 2005 dalam buku Diary Pengantin).
Seseorang yang menanam bunga mawar, merawatnya, pasti tidak mungkin begitu saja memberikan bunga itu pada orang yang baru saja melihatnya, kemudian ingin memetiknya… Pemilik mawar itu pasti ingin memastikan apakah bunga mawar itu akan dirawat lebih baik atau minimal sama dengan sebelum diberikannya dengan si pemetik tadi.
'' Kenapa bunga mawar? Karena ayah ingin aku teguh, seperti mawar yang warnanya merah tegas. Ayah juga ingin aku selalu dapat menjaga diri sendiri, seperti mawar yang duri-durinya ada untuk melindunginya dari rampasan tangan yang kasar...''Ah, Ayah… Aku paham bahwa bunga mawarmu ini harus tetap harum dan tak boleh ternoda oleh apapun! Kau ingin bunga mawarmu ini tetap indah dan terawat saat ia tak lagi ada di kebunmu, bukan? Jika pun aku ‘hanya’ menempati sebuah vas yang tak seluas kebunmu nantinya, kau hanya ingin sang pemilik vas itu memetikku dengan hormat dari pagar rumahmu, bukan? Aku paham Ayah.. Sebab di kebun orang tualah seorang gadis dapat bermanja dan merasakan cinta. Dan kau mungkin cemas jika aku tak mendapatkan cinta dan perlindungan, bukan? Ah, Ayah… kau seorang lelaki, dan siapapun yang akan menjadi suamiku nanti pun lelaki. Aku mengerti, Ayah… kau mungkin merasa cemas bahwa dalam pandanganmu, sepertinya… belum ada lelaki yang dapat mencintaiku seperti engkau! Iya kan, Ayah? Dan kau membuatku merasa beruntung menjadi bunga mawarmu...
''Ayah! Kau hanya perlu waktu untuk mengijinkan seseorang yang tepat untuk dapat memetikku dengan cara yang terhormat ''
(Rabiah al-Adawiyah, 2005 dalam buku Diary Pengantin).
.
Rabu, 16 Mei 2012
Munajatku
Selasa, 15 Mei 2012
Duhai Rasa
''duhai Rasa yg lembut selembut sutra..''
aKu tiada siapapun kecuali Allah d'hatikuaKu ingin mNjadi yg halal bagimu .. yg dpt Sepenuh Hati mNgecUp Keningmu .. Hingga tiada Lagi rasa resah Menyelimuti Kalbu .. tuk redamkan tiap riak-riak Harapan itu..
bKn seMata utk ku .. tp juga utk-Nya ...sungguh......
aKu malu saat Merindu-Nya.. Ternyata aKu juga merindumu..
Saat aKu berdoa' mengHarap kpd-Nya..Ternyata ku juga mengHarapmu..
aKu malu .. maafkan aKu ...
Sungguh jodoh bkn milikku .. Ketidak sanggupan ku saat ini Menyisakan sebuah k'pasrahan..
Ku ingin kembali kpd Ar-rahman.. Harapan menjadi Harapan .. & biarlah menjadi..rahasia yg tak terungkap sepanjang zaMan..
jKa pun ku pantas Menjemputmu .. mKa biar.. Allah lah yg meNgantarkan ku padamu .. disaat yg tepat .. dgn proses yg cepat ..
naMun suNgguh betapa pun bila kita tdk bertemu .. mKa biarlah menjadi kisah klasik utk masa nanti.
Langganan:
Postingan (Atom)



